YAPSI, PAPUA – Kegiatan bertajuk Papua Demokrasi digelar di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (6/8/2025), sebagai forum terbuka antara masyarakat dan personel TNI untuk mengevaluasi partisipasi warga dalam Pilkada serentak 2024 yang lalu.
Acara ini difokuskan pada edukasi politik dan peningkatan kesadaran demokrasi di wilayah pedalaman, khususnya bagi warga yang selama ini belum sepenuhnya memahami hak pilih dan mekanisme pemilu. Kegiatan berlangsung di halaman pos sementara Yonif TP 814/Jana Zini Airisni, dan dihadiri puluhan warga dari kampung-kampung sekitar.
“Saya datang ke sini supaya lebih paham tentang demokrasi. Pilkada kemarin banyak dari kami tidak tahu cara memilih, karena kurang informasi,” kata Adrianus K., warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Personel TNI dari Yonif TP 814 yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut juga terlibat aktif, tidak hanya dalam pengamanan acara, tapi juga sebagai fasilitator diskusi dan edukasi masyarakat.
Komandan Pos Yonif TP 814 di Yapsi, Letda Inf Rahmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan teritorial untuk mendekatkan TNI dengan masyarakat, sekaligus mendukung kehidupan demokrasi yang sehat di Papua.
“TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga mendorong warga agar ikut aktif membangun wilayah, termasuk lewat jalur demokrasi. Kita ingin warga tidak apatis terhadap politik, karena suara mereka penting,” ujarnya.
Acara ini juga menampilkan simulasi pemungutan suara dan sosialisasi ulang tentang tata cara memilih, yang dipandu oleh prajurit TNI dan relawan lokal. Warga yang hadir mengaku baru kali ini mengikuti kegiatan seperti ini pasca-Pilkada.
Kegiatan ini senada dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang sebelumnya menyatakan bahwa wilayah Papua perlu pendekatan khusus dalam penguatan demokrasi. “Papua memiliki tantangan tersendiri, mulai dari akses hingga literasi politik. Maka pendekatannya harus disesuaikan,” ujar Tito, dikutip dari Kompas.com (29 Desember 2024).

Sementara itu, dalam ulasan yang dirilis oleh CNNIndonesia.com (12 Januari 2025), disebutkan bahwa keterlibatan institusi seperti TNI dalam edukasi warga di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) perlu terus dikembangkan agar demokrasi tidak hanya formalitas, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Acara Papua Demokrasi di Yapsi ditutup dengan sesi diskusi terbuka antara warga dan prajurit TNI, serta komitmen bersama untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam pemilu mendatang